" MOHON DI RENUNGKAN DENGAN PEMIKIRAN YANG JERNIH DAN HATI YANG IKHLAS "
--------------------------------------------------------
Mari direnungi nasehat *Ustadz FARID AHMAD OKBAH (AKTIFIS SALAFY JIHADI) ? bukan untuk _debat_.
*Silahkan Nyoblos*
Oleh: Thalibul Ilmi
Kita sepakat bahwa demokrasi sulit untuk dijadikan wasilah berjuang.
Namun sesuatu yang sulit bukan berarti tidak mungkin.
Ayyuhal ikhwan, kita jangan jumud terhadap apa yang kita peroleh sebelumnya. Justru kita harus membuka mata, dan menyikapi waqi' dengan kaidah-kaidah yang ada.
Sekarang coba kita tanya? Permasalahan nyoblos itu masalah ijtihadi atau aqidah?
Apabila itu aqidah, beranikah kita mengatakan dia kafir? Bukankah dia berarti loyal kepada thagut demokrasi?
Ayyuhal ikhwan, ini masalah *ijtihadi*. Ini masuk ranah *fiqih*.
Bukankah masalah nawazil (kontemporer) seperti ini ditimbang dengan fiqih dan usulnya?
Dan ini pun masih masalah *khilaf mu'tabar* (yang dianggap).
Cobalah baca Majmu' Fatawa bab Jihad, kita akan terbelalak, ternyata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memfatwakan *boleh mengambil kekuasaan, dan berhujjah dengan Nabi Yusuf alaihis salam saat mengambil peranan di kerajaan _musyrik_ di Mesir saat itu*.
Kita pun juga akan terkejut, ternyata _Syaikh Bin Baaz, Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh al Albani, dan masih banyak Ulama kontemporer_ lainnya yang memfatwakan *bolehnya nyoblos*.
Mereka semua bukanlah Ulama yang *buta waqi'* sehingga asal-asalan mengeluarkan fatwa.
Biarlah ahli fiqih yang berbicara, *jangan anda tiba-tiba menjadi mufti*, lalu bisa mengatakan ini halal dan haram.
Siapa bilang jumlah golput sedikit?
Sepanjang adanya pemilu, hampir-hampir golput selalu menempati prosentase tertinggi.
Cobalah lihat kondisi kaum muslimin *Solo*, berapa ribu orang yang *tidak mau nyoblos*. Akhirnya *walikota kafir* memimpin, dan akhirnya menimbulkan banyak bencana.
Membolehkan khamr dijual di mana-mana, *mendirikan gereja*, membangun *rumah sakit Kristen*, dan masih banyak kekacauan lain.
Setelah itu kaum muslimin hanya bisa berteriak demo karena kepayahan menyikapi si Kafir itu.
Ahli fiqih Solo sudah bersusah payah mengingatkan, namun para aktivis acuh dan menutup mata dan telinga.
Lihatlah apa yang terjadi!
Bahkan bencana-bencana itu pun masih tetap berjalan hingga saat ini.
Bukankah kita sudah mendengar si Kristen bersuara; *jangan takut kepada mereka yang suka meneriakan Khilafah, namun tidak mau ikut campur politik!*
Yang paling ditakuti adalah mereka yang berusaha menjadikan politik sebagai alat untuk membantu kaum muslimin lainnya.
*Mengapa nyoblos?* Karena hanya itu yang kita bisa dalam ranah ini.
Lihatlah *Ust Ahmad Heryawan (gubernur JABAR)*, berapa banyak beliau membantu kaum muslimin, bahkan saat aksi bela Islam.
Cobalah lihat *DR. Zainul Majdi (Gubernur Bima)*, berapa banyak andilnya memajukan umat.
Lihatlah *Bupati Padang, menteri sosial, menkominfo saat dipegang Ust Tifatul Sembiring*, dan masih banyak lainnya.
Lalu lihatlah saat jabatan-jabatan itu dipangku oleh selain mereka.
Jadilah minimal seperti *Semut Ibrahim*, yang mungkin *tak mampu memadamkan api, namun ia tidak diam*.
Saya telah mendengar Syaikhuna wa Ustadzuna wa Waliduna, Syaikh Farid Okbah, "Kita tidak memiliki urusan jika yang maju antara muslim dan muslim. *Namun jika muslim dan kafir, maka fatwa bisa berubah*."
Saya juga langsung bertanya kepada beliau saat berkunjung ke kediaman beliau, "Ustadz, bagaimana dengan mereka yang anti nyoblos? Dan mengatakan itu *Toghut*?"
Beliau seraya menjawab, *"Orang seperti itu kurang bergaul."*
Mari kita berfikir kritis dan cerdas. Dan jangan hanya menelan mentah apa yang belum disepakati hukumnya.
Kemudian, apakah ketidakbolehan nyoblos itu termasuk ijma' yang tidak boleh diselisihi? Atau masih boleh khilaf?
Bukankah itu masalah aqidah menurut anda?
Dari sini, mari kita dukung apapun andil kaum muslimin, baik sisi *politik, ekonomi, pendidikan, dan lainnya*, sesuai dengan apa yang kita mampu.
*Tidak layak kita berkomentar, sedangkan kita pun tak bergerak sebagaimana mereka bergerak*.
Ustadz Farid Ahmad Okbah yayasan Al Islam di kampung sawah, pengisi radio Dakta Bekasi, termasuk aktifis "Salafy Jihady" yang terlibat dalam GNPF MUI, seperti hal nya ustadz Zaitun Rasmin.
-------------------
Islam itu indah
Jumat, 08 Desember 2017
Selasa, 05 Desember 2017
*KISAH JAD, SI ANAK YAHUDI*
Jad, adalah seorang bocah berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di salah satu apartemen pada sebuah kota di Prancis. Ia terlahir dari keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi. Ibunya salah seorang professor di universitas terkemuka di Perancis kala itu.
Di salah satu sudut lantai dasar apartemen tersebut, ada sebuah toko kecil "serba ada" yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan se hari-hari mereka, termasuk keluarga Jad. Toko itu milik seorang berkebangsaan Turki, Ibrahim, 67 tahun. Seorang yang sangat sederhana, bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.
Jad kecil hampir setiap hari berbelanja di toko ini. Bila berbelanja, selalu, tanpa sepengetahuan Ibrahim, setidaknya begitu persangkaannya , diam2 ia mengambil sebuah permen coklat. Sampai suatu hari ia lupa mengambil ( maaf : mencuri ) coklat tersebut.
Ketika melangkah meninggalkan toko, Ibrahim memanggilnya dan berkata, "Jad, kamu lupa sesuatu, Nak." Jad kecil memeriksa belanjaannya. Tetapi, tidak menemukan sesuatu yg terlupakan.
"Bukan itu," kata Ibrahim. "Ini." Sambil memegang coklat yang biasa diambil Jad. Tentu saja Jad kaget dan ketakutan. Takut bila Ibrahim menyampaikan 'hal memalukan' tersebut ke orang tuanya. Reaksinya, bengong dan pucat.
"Tidak apa-apa, Nak,.. Mulai hari ini kau boleh mengambil sebuah coklat gratis setiap berbelanja sebagai hadiah. Tapi, berjanjilah utk jujur mengatakannya,"
kata Ibrahim sambil tersenyum.
Sejak hari itu, Jad menjadi sahabat Ibrahim.
Ia tidak hanya datang menjumpai Ibrahim untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat bercerita dan menumpahkan keluh kesahnya.
Bila menghadapi suatu masalah, Ibrahim adalah orang yg pertama diajaknya berbicara. Dan, bila itu terjadi, Ibrahim tidak pernah langsung mnjawabnya, namun selalu menyuruh Jad untuk membuka halaman sebuah buku tebal yg tersimpan di sebuah kotak kayu. Ibrahim akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara, kemudian menjelaskan jawaban dari masalah yang dihadapi Jad.
Hal tersebut berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Sampai satu ketika salah seorang anak Ibrahim mendatangi Jad dan memberikan kotak tersebut kepadanya sembari membawa berita yang sangat menyedihkan Jad yang saat itu telah menjadi pemuda. Ibrahim, sahabat sejatinya telah berpulang. Wafat.
Kotak berisi kitab itu diterimanya penuh haru. Jad memperlaku-kannya dengan takzim sebagai representasi Ibrahim.
Satu ketika, saat ia berhadapan dengan satu masalah pelik, ia mengambil kotak dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yg sering ia lakukan dengan Ibrahim. Ternyata kitab itu bertuliskan huruf arab. Ia pun memohon kepada temannya yang berkebangsaan Tunisia untuk menjelaskan makna dari 2 halaman yang dipilihnya secara acak.
Sang teman ini pun kemudian membacakan makna tulisan itu. Sungguh, apa yang disampaikan sahabatnya, seakan bagai jawaban khusus bagi masalah yang sedang ia hadapi....
Jad lalu bertanya kepada sahabatnya: "Ini kitab apa..?"
*"Al-Qur'an*, kitab suci Umat Islam."
Kaget dan takjub Jad mendengar hal tersebut, Ia langsung bertanya bagaimana syarat utk menjadi seorang Muslim.
Dijawab oleh Si Tunisia : "Mudah, Syahadat dan berusaha menjalankan Syariah."
Hari itu Jad masuk Islam dan mengubah namanya menjadi *Jadullah Al-Qurani*. Dia berjanji untuk mempelajari Al-Quran dengan se baik-baik dan semampunya.
Tentu saja keluarganya yang beragama Yahudi, terutama Ibunya yang profesor,sulit menerima hal tersebut dan berusaha untuk mengembalikan Jad kepada keyakinannya semula.
Sang Ibu berjuang dengan berbagai cara bahkan mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk memberi pengertian pada Jad. Ini berlangsung selama 30 tahun, tetapi tidak berhasil.
"Pengaruh Ibrahim yang bersahaja, ternyata mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad."
Jadullah pernah berkata:
"Saya menjadi Muslim di tangan seorang lelaki yg justru tidak pernah berbicara tentang agama"..
"Tak pernah berkata" :
"kamu Yahudi!!"
"kamu Kafir!"
"belajarlah agama!"
"jadilah muslim!"
Tapi, ia menyentuh saya dengan "akhlak", se baik-baiknya perilaku. Memperkenalkan kepada saya se baik-baiknya kitab, Al-Qur'an"
Jadullah mempelajari Al-Qur’an serta memahami isinya, kemudian ia berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.
Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur’an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :
((اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ…!!))
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!…” (QS. An-Nahl; 125)
Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.
Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang diantaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zolo, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.
Jadullah Al-Qur'ani meninggal di thn 2003, dlm prjalanan hidupnya sbg seorang Muslim..
30 tahun lebih ia telah mengIslamkan lebih dari 6 juta orang di Afrika.
Sementara Ibunya masuk Islam di tahun 2005, di usia 78 tahun, dua tahun setelah meninggalnya sang anak, Jadullah Al-Qur'ani.
Di sebagian fragmen cerita nyata ini, akhirnya menginspirasi sineas Perancis untuk memfilmkannya dengan judul, “MONSIEUR IBRAHIM et Les Fleurs du Coran‘ (Ibrahim dan Bunga-Bunga Quran) yang disutradarai Francois Dupeyron. Film ini dibintangi aktor legendaris mesir Omar Sharif (sebagai Uncle Ibrahim) dan aktor muda berbakat Perancis Pierre Boulanger (sebagai Jad, pemuda Yahudi).
Saudaraku...
Ini kisah nyata luar biasa yg sangat inspiratif, terutama bagi para juru Dakwah.
Kenyataannya masih banyak dari Saudara Muslim kita yang masih suka mengkafir-kafirkan sdr Muslim yg lain, hanya krn brbeda cara memaknai sebuah, atau beberapa ayat Al Qur'an atau Hadits....
Subhanallah...
Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aalihi Washohbihi Wabarik Wassalim..
Semoga kita termasuk muslim yg kaffah..
Jad, adalah seorang bocah berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di salah satu apartemen pada sebuah kota di Prancis. Ia terlahir dari keluarga Yahudi yang taat dan berpendidikan tinggi. Ibunya salah seorang professor di universitas terkemuka di Perancis kala itu.
Di salah satu sudut lantai dasar apartemen tersebut, ada sebuah toko kecil "serba ada" yang menjadi tempat bagi warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan se hari-hari mereka, termasuk keluarga Jad. Toko itu milik seorang berkebangsaan Turki, Ibrahim, 67 tahun. Seorang yang sangat sederhana, bukan dari kalangan berpendidikan tinggi.
Jad kecil hampir setiap hari berbelanja di toko ini. Bila berbelanja, selalu, tanpa sepengetahuan Ibrahim, setidaknya begitu persangkaannya , diam2 ia mengambil sebuah permen coklat. Sampai suatu hari ia lupa mengambil ( maaf : mencuri ) coklat tersebut.
Ketika melangkah meninggalkan toko, Ibrahim memanggilnya dan berkata, "Jad, kamu lupa sesuatu, Nak." Jad kecil memeriksa belanjaannya. Tetapi, tidak menemukan sesuatu yg terlupakan.
"Bukan itu," kata Ibrahim. "Ini." Sambil memegang coklat yang biasa diambil Jad. Tentu saja Jad kaget dan ketakutan. Takut bila Ibrahim menyampaikan 'hal memalukan' tersebut ke orang tuanya. Reaksinya, bengong dan pucat.
"Tidak apa-apa, Nak,.. Mulai hari ini kau boleh mengambil sebuah coklat gratis setiap berbelanja sebagai hadiah. Tapi, berjanjilah utk jujur mengatakannya,"
kata Ibrahim sambil tersenyum.
Sejak hari itu, Jad menjadi sahabat Ibrahim.
Ia tidak hanya datang menjumpai Ibrahim untuk berbelanja, tetapi juga menjadi tempat bercerita dan menumpahkan keluh kesahnya.
Bila menghadapi suatu masalah, Ibrahim adalah orang yg pertama diajaknya berbicara. Dan, bila itu terjadi, Ibrahim tidak pernah langsung mnjawabnya, namun selalu menyuruh Jad untuk membuka halaman sebuah buku tebal yg tersimpan di sebuah kotak kayu. Ibrahim akan membaca dua halaman tersebut tanpa suara, kemudian menjelaskan jawaban dari masalah yang dihadapi Jad.
Hal tersebut berlangsung selama lebih kurang 17 tahun. Sampai satu ketika salah seorang anak Ibrahim mendatangi Jad dan memberikan kotak tersebut kepadanya sembari membawa berita yang sangat menyedihkan Jad yang saat itu telah menjadi pemuda. Ibrahim, sahabat sejatinya telah berpulang. Wafat.
Kotak berisi kitab itu diterimanya penuh haru. Jad memperlaku-kannya dengan takzim sebagai representasi Ibrahim.
Satu ketika, saat ia berhadapan dengan satu masalah pelik, ia mengambil kotak dan membuka kitab yang ada di dalamnya, sebagaimana yg sering ia lakukan dengan Ibrahim. Ternyata kitab itu bertuliskan huruf arab. Ia pun memohon kepada temannya yang berkebangsaan Tunisia untuk menjelaskan makna dari 2 halaman yang dipilihnya secara acak.
Sang teman ini pun kemudian membacakan makna tulisan itu. Sungguh, apa yang disampaikan sahabatnya, seakan bagai jawaban khusus bagi masalah yang sedang ia hadapi....
Jad lalu bertanya kepada sahabatnya: "Ini kitab apa..?"
*"Al-Qur'an*, kitab suci Umat Islam."
Kaget dan takjub Jad mendengar hal tersebut, Ia langsung bertanya bagaimana syarat utk menjadi seorang Muslim.
Dijawab oleh Si Tunisia : "Mudah, Syahadat dan berusaha menjalankan Syariah."
Hari itu Jad masuk Islam dan mengubah namanya menjadi *Jadullah Al-Qurani*. Dia berjanji untuk mempelajari Al-Quran dengan se baik-baik dan semampunya.
Tentu saja keluarganya yang beragama Yahudi, terutama Ibunya yang profesor,sulit menerima hal tersebut dan berusaha untuk mengembalikan Jad kepada keyakinannya semula.
Sang Ibu berjuang dengan berbagai cara bahkan mengajak teman-teman dari kalangan intelektual Yahudi untuk memberi pengertian pada Jad. Ini berlangsung selama 30 tahun, tetapi tidak berhasil.
"Pengaruh Ibrahim yang bersahaja, ternyata mengalahkan semua orang-orang pintar di sekitar Jad."
Jadullah pernah berkata:
"Saya menjadi Muslim di tangan seorang lelaki yg justru tidak pernah berbicara tentang agama"..
"Tak pernah berkata" :
"kamu Yahudi!!"
"kamu Kafir!"
"belajarlah agama!"
"jadilah muslim!"
Tapi, ia menyentuh saya dengan "akhlak", se baik-baiknya perilaku. Memperkenalkan kepada saya se baik-baiknya kitab, Al-Qur'an"
Jadullah mempelajari Al-Qur’an serta memahami isinya, kemudian ia berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.
Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembaran Al-Qur’an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :
((اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ…!!))
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!…” (QS. An-Nahl; 125)
Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya.
Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang diantaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zolo, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.
Jadullah Al-Qur'ani meninggal di thn 2003, dlm prjalanan hidupnya sbg seorang Muslim..
30 tahun lebih ia telah mengIslamkan lebih dari 6 juta orang di Afrika.
Sementara Ibunya masuk Islam di tahun 2005, di usia 78 tahun, dua tahun setelah meninggalnya sang anak, Jadullah Al-Qur'ani.
Di sebagian fragmen cerita nyata ini, akhirnya menginspirasi sineas Perancis untuk memfilmkannya dengan judul, “MONSIEUR IBRAHIM et Les Fleurs du Coran‘ (Ibrahim dan Bunga-Bunga Quran) yang disutradarai Francois Dupeyron. Film ini dibintangi aktor legendaris mesir Omar Sharif (sebagai Uncle Ibrahim) dan aktor muda berbakat Perancis Pierre Boulanger (sebagai Jad, pemuda Yahudi).
Saudaraku...
Ini kisah nyata luar biasa yg sangat inspiratif, terutama bagi para juru Dakwah.
Kenyataannya masih banyak dari Saudara Muslim kita yang masih suka mengkafir-kafirkan sdr Muslim yg lain, hanya krn brbeda cara memaknai sebuah, atau beberapa ayat Al Qur'an atau Hadits....
Subhanallah...
Allahumma Sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aalihi Washohbihi Wabarik Wassalim..
Semoga kita termasuk muslim yg kaffah..
Sabtu, 02 Desember 2017
Al Maidah 54 Mengkristal
AL MAIDAH 54 MENGKRISTAL !
*GENTARKAN MUSUHMU !!!*
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya duduk bersila mencukupkan diri dengan ilmu saja.
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya menjadi ahli ibadah yang tidak menghiraukan keadaan saudaramu.
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya mengajak manusia pada pendapatmu dan berlisan tajam pada yang di luar kelompokmu.
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya mendakwahi manusia ke tauhid menurut tafsiranmu, yaitu "tauhid" yang menjadikan lisanmu tajam terhadap ulama dan ahli kiblat.
# Akan tetapi yang menjadikan musuh gentar adalah ketika kalian mulai bersatu, merangkul satu sama lain serta tidak merasa diri paling benar.
# Musuh akan gentar ketika umat Islam kembali mendidik generasinya seperti didikan salafussholeh, yaitu didikan yang akan menghasilkan manusia-manusia seperti Khalid bin Walid, Qa'qa', Mutsanna, Shalahuddin Al Ayyubi, Sultan Al Fatih, Khairuddin Barbarosa, Zombie dan lainnya.
# Musuh akan gentar ketika umat Islam sudah mulai bersatu menggalang kekuatan untuk kembali membangun khilafah yang telah runtuh pada tahun 1924 lalu.
# Musuh akan gentar ketika umat Islam mengikuti sifat salafussholeh yg Allah gambarkan dalam surat Al Fath ayat 29, bahwa mereka keras terhadap orang kafir dan lembut terhadap orang mukmin, bukan sebaliknya.
# Tanyakan pada sejarah tentang kejayaan umat Islam dahulu, apakah ia tercapai hanya mencukupkan diri dengan mengkaji kitab saja?
# Tanyakan pada sejarah tentang pahlawan mujahid yang "menjadikan" khilafah Islam menjadi bangsa terkuat pada masanya, apakah cukup dengan menghadiri ta'lim saja kemudian suka menyalahkan yang lainnya?
# Jikalau seandainya kita mau insaf, sungguh jawabannya adalah bahwa mereka dididik untuk mempunyai ghirah terhadap agamanya.
# Tertanam dalam diri mereka jiwa perjuangan dan pantang mundur, bukan jiwa "Saluli" yaitu pengikut Abdullah bin Ubay bin Salul yang suka berpaling dari medan juang serta menggembosi perjuangan kaum muslimin.
# Hanya saja jika hati sudah tertutup dengan fanatik buta maka sulit menerima kebenaran dari yang lainnya.
*Hadanallaahu wa iyyaakum*
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)". (Al-Anfaal: 60).
Istiqomah dalam membela agama terhina, membela negara tertindas dan membela sesama yang terdzolimi
SEMANGAT PARA PEJUANG ISLAM.....
MUJAAHID..
MUJAAHIDAH..
NUSAIBAH...
ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD..
*GENTARKAN MUSUHMU !!!*
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya duduk bersila mencukupkan diri dengan ilmu saja.
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya menjadi ahli ibadah yang tidak menghiraukan keadaan saudaramu.
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya mengajak manusia pada pendapatmu dan berlisan tajam pada yang di luar kelompokmu.
# Musuh tidak gentar jika engkau hanya mendakwahi manusia ke tauhid menurut tafsiranmu, yaitu "tauhid" yang menjadikan lisanmu tajam terhadap ulama dan ahli kiblat.
# Akan tetapi yang menjadikan musuh gentar adalah ketika kalian mulai bersatu, merangkul satu sama lain serta tidak merasa diri paling benar.
# Musuh akan gentar ketika umat Islam kembali mendidik generasinya seperti didikan salafussholeh, yaitu didikan yang akan menghasilkan manusia-manusia seperti Khalid bin Walid, Qa'qa', Mutsanna, Shalahuddin Al Ayyubi, Sultan Al Fatih, Khairuddin Barbarosa, Zombie dan lainnya.
# Musuh akan gentar ketika umat Islam sudah mulai bersatu menggalang kekuatan untuk kembali membangun khilafah yang telah runtuh pada tahun 1924 lalu.
# Musuh akan gentar ketika umat Islam mengikuti sifat salafussholeh yg Allah gambarkan dalam surat Al Fath ayat 29, bahwa mereka keras terhadap orang kafir dan lembut terhadap orang mukmin, bukan sebaliknya.
# Tanyakan pada sejarah tentang kejayaan umat Islam dahulu, apakah ia tercapai hanya mencukupkan diri dengan mengkaji kitab saja?
# Tanyakan pada sejarah tentang pahlawan mujahid yang "menjadikan" khilafah Islam menjadi bangsa terkuat pada masanya, apakah cukup dengan menghadiri ta'lim saja kemudian suka menyalahkan yang lainnya?
# Jikalau seandainya kita mau insaf, sungguh jawabannya adalah bahwa mereka dididik untuk mempunyai ghirah terhadap agamanya.
# Tertanam dalam diri mereka jiwa perjuangan dan pantang mundur, bukan jiwa "Saluli" yaitu pengikut Abdullah bin Ubay bin Salul yang suka berpaling dari medan juang serta menggembosi perjuangan kaum muslimin.
# Hanya saja jika hati sudah tertutup dengan fanatik buta maka sulit menerima kebenaran dari yang lainnya.
*Hadanallaahu wa iyyaakum*
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)". (Al-Anfaal: 60).
Istiqomah dalam membela agama terhina, membela negara tertindas dan membela sesama yang terdzolimi
SEMANGAT PARA PEJUANG ISLAM.....
MUJAAHID..
MUJAAHIDAH..
NUSAIBAH...
ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD..
5 area kunci agar nasib tidak stagnan
5 Area Kunci Agar Nasib Tidak Stagnan
Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang berkualitas. Ada perkembangan, pertumbuhan, kemajuan dan peningkatan di segala aspek hidupnya.
Keinginan BERTUMBUH mungkin sudah menjadi kebutuhan manusia yang terus mengalami evolusi. Manusia akan galau ketika hidupnya tidak bertumbuh.
Maka agak ajaib jika ada orang yang mengaku enjoy berada dalam kondisi status quo yang melenakan. Terjebak kelam dalam zona nyaman tanpa perkembangan yang signifikan.
Itulah mungkin yang disebut sebagai the danger of comfort zone. Jebakan kenyamanan yang melenakan, dan sejatinya membuat nasib kita stuck dan termehek-mehek.
Hampir semua manusia pasti ingin berkembang. Tapi karena tidak paham caranya atau tidak punya ilmunya, banyak yang terus terjebak dalam zona nyaman yang pelan-pelan menghanyutkan (dan mamatikan potensi).
Pelan-pelan, ia terpaksa “harus nyaman” menjalani hidup monoton dan rutinitas yang membosankan.
Agar Anda tidak terjebak dalam zona nyaman yang melenakan dan bisa membuat nasib Anda terjungkal, maka Anda harus terus TUMBUH dalam 5 area kunci ini.
Mari kita bedah satu demi satu secara singkat.
Growth Zone #1 : Skills dan Pengetahuan
Tiap tahun atau bahkan tiap semester, harusnya skills atau ketrampilan Anda dalam bidang yang Anda tekuni bisa terus tumbuh. Sebab tanpa skills yang tumbuh, maka hampir pasti nasib Anda akan tetap berada pada stagnasi yang muram.
Cara mengukur pertumbuhan skills – terutama skills yang bersifat teknis, sebenarnya relatif mudah.
Contoh : ketrampilan membuat blog misalnya. Dulu sama sekali tidak bisa, namun setelah belajar tekniknya, maka sekarang mungkin Anda sudah bisa membuatnya.
Contoh lain : dulu mungkin tidak paham cara melakukan FB Ads (iklan FB), namun setelah mempelajari ilmu dan praktkek, maka sekarang sudah bisa menjalaninya dengan lancar.
Atau contoh skills lain lagi : presentation skills. Dulu agak grogi kalau harus presentasi. Namun setelah latihan secara konstan, maka sekarang menjadi makin ahli melakukan public speaking.
Sekarang coba temukan skills teknis apa yang ingin Anda kuasai.
Lalu renungkan, apakah skills Anda dalam bidang itu tumbuh selama 6 atau 12 bulan terakhir? Atau tetap stuck dan tidak tumbuh secara dramatis karena mungkin Anda malas latihan dan praktek?
INGAT : skills yang kompeten adalah kunci peningkatan income. Tanpa skills yang bagus, maka nasib hidup Anda bisa terus tergeletak dalam nestapa yang memilukan.
Growth Zone #2 : INCOME
Nah, pertumbuhan dalam aspek income ini adalah KOENTJI.
Sebab biaya hidup makin mahal dan harga rumah kian menjulang. Tanpa buying power yang setrooong, Anda bisa menjelma menjadi Homeless Millenials (Generasi Milenial Gelandangan).
Cara mengukur pertumbuhan income ya mudah : coba bandingkan income Anda 3 tahun lalu dengan hari ini. Berapa nambahnya?
Apakah annual income Anda tahun ini sudah 50% lebih tinggi dibanding annual income Anda 3 tahun lalu?
Coba catat pula : apakah jumlah aset kekayaan Anda (tabungan, simpanan emas, properti, reksadana) per hari ini sudah lebih tinggi dibanding 12 bulan lalu atau 24 bulan lalu?
Sebaiknya Anda punya semacam “personal finance record” yang mencatat posisi saldo aset kekayaan Anda tiap akhir tahun.
Dengan catatan aset finansial itu, Anda bisa bandingkan nilanya tiap akhir bulan Desember. Apakah posisi nilai Desember tahun ini, jauh lebih tinggi dibanding Desember tahun lalu? Atau stagnan?
Penilaian aset sebaiknya mengacu pada harga pasar yang berlaku saat ini. Jadi misal Anda punya aset reksadana, ya diukurnya sesuai dengan harga pasar saat Anda menuliskannya (misal nanti pas Desember akhir 2017) – bukan nilai saat Anda beli.
Demikian pula, dengan aset properti. Hitungan nilainya mengacu pada harga pasar saat ini yang berlaku (bukan harga saat beli).
Degan catatan aset finansial yang rapi semacam itu, Anda bisa membandingkan data aset kekayaan Anda tiap tahun. Grafiknya bisa dibuat. Apakah tren-nya naik, atau malah nyungseeeeppp.
Growth Zone #3 : Relationship Growth
Aspek pertumbuhan dalam hal relationship ini adalah juga hal krusial.
Orang bilang networking itu adalah pilar untuk bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis atau juga karir.
Banyak bisnis baru yang tumbuh hanya gara-gara bertemu dengan teman baru di seminar atau dalam pertemuan-pertemuan bisnis.
Demikian juga, sejumlah orang karirnya melesat karena dia bisa berjumpa dengan relasi yang tak sengaja ia temui dalam sebuah pertemuan atau bahkan di pesawat terbang.
Bagi para pebisnis, pertumbuhan yang paling kunci sebenarnya adalah pertumbuhan jumlah prospek. Inilah “key leading indicator” atau penentu kunci pertumbuhan usaha Anda masa depan.
Jika jumlah prospek tumbuh bagus, maka hampir dipastikan enam bulan kemudian omzet bisnis Anda akan tumbuh dengan maknyus. Dan sebaliknya : no prospect growth, no future income.
Makanya, relationship marketing harus dipelajari agar pertumbuhan kita dalam aspek ini bisa terus cetar membahana.
Mungkin formulanya begini :
Petumbuhan skills x pertumbuhan prospek = income explosion.
Growth Zone #4 : Sedekah Growth
Kita selalu berharap kita bisa terus tumbuh dalam area ini.
Sedekah disini sebenarnya bukan saja dalam bentuk uang. Bisa berupa sedekah ilmu, sedekah buku, sedekah tenaga dan pikiran, atau juga sedekah kebaikan pada orang lain.
Jika income kita tumbuh 50%, harapannya sedekah kita bisa tumbuh dua kalinya.
Demikian juga, setiap tahun harusnya sedekah kebaikan kita pada sesama dan alam semesta bisa terus tumbuh. Minimal tumbuh 30%.
Coba pikirkan, berapa jumlah sedekah kebaikan yang sudah Anda lakukan selama 30 hari terakhir, atau mungkin seminggu terakhir ini? Apakah bisa dinaikkan menjadi lebih banyak di bulan depan atau tahun depan?
Pertumbuhan jumlah sedekah dan kebaikan adalah sebuah key performance indicator yang harus selalu kita patrikan dalam perjalanan hidup kita yang pendek ini.
Hidup Anda bisa terpelanting dalam duka yang kelam jika pertumbuhan Anda dalam aspek sedekah ini stagnan dan going nowhere.
Growth Zone #5 : Spiritual Growth
Kita juga berharap kita bisa terus tumbuh dalam aspek ini.
Jika Anda orang Muslim, maka ukuran pertumbuhannya adalah : apakah frekuensi sholat lima waktu di Mesjid kita saat ini makin tinggi dibanding tahun lalu?
Apakah jumlah katam Al Qur’an kita tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu?
Berapa frekuensi sholat tahajud kita bulan ini, dan apakah lebih banyak dibanding bulan lalu?
Jika kita merasa pertumbuhannya stagnan dalam semua aspek indikator diatas, maka hidup kita bisa terus dibayangi kemuraman yang tak berujung.
DEMIKIANLAH, lima aspek pertumbuhan yang harus selalu kita perjuangkan demi hidup yang top markotop dan jos markojoss 🙂 🙂
Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang berkualitas. Ada perkembangan, pertumbuhan, kemajuan dan peningkatan di segala aspek hidupnya.
Keinginan BERTUMBUH mungkin sudah menjadi kebutuhan manusia yang terus mengalami evolusi. Manusia akan galau ketika hidupnya tidak bertumbuh.
Maka agak ajaib jika ada orang yang mengaku enjoy berada dalam kondisi status quo yang melenakan. Terjebak kelam dalam zona nyaman tanpa perkembangan yang signifikan.
Itulah mungkin yang disebut sebagai the danger of comfort zone. Jebakan kenyamanan yang melenakan, dan sejatinya membuat nasib kita stuck dan termehek-mehek.
Hampir semua manusia pasti ingin berkembang. Tapi karena tidak paham caranya atau tidak punya ilmunya, banyak yang terus terjebak dalam zona nyaman yang pelan-pelan menghanyutkan (dan mamatikan potensi).
Pelan-pelan, ia terpaksa “harus nyaman” menjalani hidup monoton dan rutinitas yang membosankan.
Agar Anda tidak terjebak dalam zona nyaman yang melenakan dan bisa membuat nasib Anda terjungkal, maka Anda harus terus TUMBUH dalam 5 area kunci ini.
Mari kita bedah satu demi satu secara singkat.
Growth Zone #1 : Skills dan Pengetahuan
Tiap tahun atau bahkan tiap semester, harusnya skills atau ketrampilan Anda dalam bidang yang Anda tekuni bisa terus tumbuh. Sebab tanpa skills yang tumbuh, maka hampir pasti nasib Anda akan tetap berada pada stagnasi yang muram.
Cara mengukur pertumbuhan skills – terutama skills yang bersifat teknis, sebenarnya relatif mudah.
Contoh : ketrampilan membuat blog misalnya. Dulu sama sekali tidak bisa, namun setelah belajar tekniknya, maka sekarang mungkin Anda sudah bisa membuatnya.
Contoh lain : dulu mungkin tidak paham cara melakukan FB Ads (iklan FB), namun setelah mempelajari ilmu dan praktkek, maka sekarang sudah bisa menjalaninya dengan lancar.
Atau contoh skills lain lagi : presentation skills. Dulu agak grogi kalau harus presentasi. Namun setelah latihan secara konstan, maka sekarang menjadi makin ahli melakukan public speaking.
Sekarang coba temukan skills teknis apa yang ingin Anda kuasai.
Lalu renungkan, apakah skills Anda dalam bidang itu tumbuh selama 6 atau 12 bulan terakhir? Atau tetap stuck dan tidak tumbuh secara dramatis karena mungkin Anda malas latihan dan praktek?
INGAT : skills yang kompeten adalah kunci peningkatan income. Tanpa skills yang bagus, maka nasib hidup Anda bisa terus tergeletak dalam nestapa yang memilukan.
Growth Zone #2 : INCOME
Nah, pertumbuhan dalam aspek income ini adalah KOENTJI.
Sebab biaya hidup makin mahal dan harga rumah kian menjulang. Tanpa buying power yang setrooong, Anda bisa menjelma menjadi Homeless Millenials (Generasi Milenial Gelandangan).
Cara mengukur pertumbuhan income ya mudah : coba bandingkan income Anda 3 tahun lalu dengan hari ini. Berapa nambahnya?
Apakah annual income Anda tahun ini sudah 50% lebih tinggi dibanding annual income Anda 3 tahun lalu?
Coba catat pula : apakah jumlah aset kekayaan Anda (tabungan, simpanan emas, properti, reksadana) per hari ini sudah lebih tinggi dibanding 12 bulan lalu atau 24 bulan lalu?
Sebaiknya Anda punya semacam “personal finance record” yang mencatat posisi saldo aset kekayaan Anda tiap akhir tahun.
Dengan catatan aset finansial itu, Anda bisa bandingkan nilanya tiap akhir bulan Desember. Apakah posisi nilai Desember tahun ini, jauh lebih tinggi dibanding Desember tahun lalu? Atau stagnan?
Penilaian aset sebaiknya mengacu pada harga pasar yang berlaku saat ini. Jadi misal Anda punya aset reksadana, ya diukurnya sesuai dengan harga pasar saat Anda menuliskannya (misal nanti pas Desember akhir 2017) – bukan nilai saat Anda beli.
Demikian pula, dengan aset properti. Hitungan nilainya mengacu pada harga pasar saat ini yang berlaku (bukan harga saat beli).
Degan catatan aset finansial yang rapi semacam itu, Anda bisa membandingkan data aset kekayaan Anda tiap tahun. Grafiknya bisa dibuat. Apakah tren-nya naik, atau malah nyungseeeeppp.
Growth Zone #3 : Relationship Growth
Aspek pertumbuhan dalam hal relationship ini adalah juga hal krusial.
Orang bilang networking itu adalah pilar untuk bisa meningkatkan pertumbuhan bisnis atau juga karir.
Banyak bisnis baru yang tumbuh hanya gara-gara bertemu dengan teman baru di seminar atau dalam pertemuan-pertemuan bisnis.
Demikian juga, sejumlah orang karirnya melesat karena dia bisa berjumpa dengan relasi yang tak sengaja ia temui dalam sebuah pertemuan atau bahkan di pesawat terbang.
Bagi para pebisnis, pertumbuhan yang paling kunci sebenarnya adalah pertumbuhan jumlah prospek. Inilah “key leading indicator” atau penentu kunci pertumbuhan usaha Anda masa depan.
Jika jumlah prospek tumbuh bagus, maka hampir dipastikan enam bulan kemudian omzet bisnis Anda akan tumbuh dengan maknyus. Dan sebaliknya : no prospect growth, no future income.
Makanya, relationship marketing harus dipelajari agar pertumbuhan kita dalam aspek ini bisa terus cetar membahana.
Mungkin formulanya begini :
Petumbuhan skills x pertumbuhan prospek = income explosion.
Growth Zone #4 : Sedekah Growth
Kita selalu berharap kita bisa terus tumbuh dalam area ini.
Sedekah disini sebenarnya bukan saja dalam bentuk uang. Bisa berupa sedekah ilmu, sedekah buku, sedekah tenaga dan pikiran, atau juga sedekah kebaikan pada orang lain.
Jika income kita tumbuh 50%, harapannya sedekah kita bisa tumbuh dua kalinya.
Demikian juga, setiap tahun harusnya sedekah kebaikan kita pada sesama dan alam semesta bisa terus tumbuh. Minimal tumbuh 30%.
Coba pikirkan, berapa jumlah sedekah kebaikan yang sudah Anda lakukan selama 30 hari terakhir, atau mungkin seminggu terakhir ini? Apakah bisa dinaikkan menjadi lebih banyak di bulan depan atau tahun depan?
Pertumbuhan jumlah sedekah dan kebaikan adalah sebuah key performance indicator yang harus selalu kita patrikan dalam perjalanan hidup kita yang pendek ini.
Hidup Anda bisa terpelanting dalam duka yang kelam jika pertumbuhan Anda dalam aspek sedekah ini stagnan dan going nowhere.
Growth Zone #5 : Spiritual Growth
Kita juga berharap kita bisa terus tumbuh dalam aspek ini.
Jika Anda orang Muslim, maka ukuran pertumbuhannya adalah : apakah frekuensi sholat lima waktu di Mesjid kita saat ini makin tinggi dibanding tahun lalu?
Apakah jumlah katam Al Qur’an kita tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu?
Berapa frekuensi sholat tahajud kita bulan ini, dan apakah lebih banyak dibanding bulan lalu?
Jika kita merasa pertumbuhannya stagnan dalam semua aspek indikator diatas, maka hidup kita bisa terus dibayangi kemuraman yang tak berujung.
DEMIKIANLAH, lima aspek pertumbuhan yang harus selalu kita perjuangkan demi hidup yang top markotop dan jos markojoss 🙂 🙂
Kamis, 30 November 2017
Takut setan (alphard dijual)
*TAKUT SETAN,... ALPHARD DIJUAL*
( Kisah ini ditulis oleh mas saptuari di group FB )
Kawan saya ALPHARDnya DIJUAL
Apakah sedang bangkrut?
No! Bisnisnya malah sedang bagus-bagusnya, punya beberapa cabang usaha di Jawa Tengah.
Apakah dia terjerat riba?
No! Dari dulu gak pernah utang di bank.
Dia pernah bangkrut beberapa tahun lalu karena ditipu rekan bisnisnya. Uang milyaran ambles, sempat linglung dan nyaris menyerah, hingga masjid jadi pengobatnya.
Selama tiga tahun numpang lagi di rumah orang tua, kerjaannya cuman mondar mandir rumah masjid... rumah masjid... rumah masjid! Hingga ALLAH angkat lagi derajatnya, dari modal nol dia dipercaya mendapatkan sebuah pesanan masal dan untungnya ratusan juta.
Masya ALLAH...
Ketika saya ke salah satu tokonya, dia tunjukan mesin-mesinnya yang dibeli cash tanpa akad riba.
"Allah hadirkan banyak rejeki buat saya mas, dulu bisnis hancur didzolimi orang. Ketika saya sabar, dan sholat... akhirnya terbukti ALLAH ganti yang lebih baik.."
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).
Kok Alphardnya dijual mas? Kan nggayaaaa... pengusaha saksessss! Naik alpratttt!! Josss Gwandoss!! Demess deh!
"Itulah mas Saptu, bagaimana syaitan itu selalu menjebak kita dimana saja. Perasaan ujub (bangga diri) itu lahir di hati saya, turun dari alphard dibukakan pintu, disopiri, saya lihat orang-orang memandang saya, pandangan itu melirik semua.. ada perasaan bangga, kagum dengan kesuksesan saya sendiri.
Syaitan terus ngipasi.. kalau saya hebat! Kalau saya ini manusia suksess! Berkelas! Lama-lama saya sangat tidak nyaman dengan perasaan ini.
Dimanapun saya turun dari mobil mewah ini, perasaan ujub itu tidak terbendung! Astagfirullah.. saya takut mas. Akhirnya sudahlah saya jual saja mobil itu.. niat agar syaitan tidak lagi ngipasi hati saya yang lemah ini.."
Masya ALLAH...
Di zaman semua orang senang pamer dimana-mana, gak peduli mobil kreditan yang penting kelihatan kaya dan berkelas, kawan saya ini mampu merundukkan hatinya agar selamat dari ujub yang dipasang oleh syaitan jeratannya..
Sekarang pakai mobil apa mas?
Sengaja saya tulis merek mobilnya biar kalian bisa membayangkannya..
"Yaaa secukupnya saja mas, Alphard itu dulu saya beli juga cash. Sekarang pakai ertiga atau karimun cukup... hehe, tapi niat saya melayani tamu tak berkurang mas, minggu lalu saya membeli Toyota Voxy cash 400 jutaan, dan saya bikin akad dengan ALLAH mas, mobil saya niatkan untuk menjemput para ustadz yang mengisi kajian di kota ini.
Menjemput dari bandara, ke hotel, ke lokasi pengajian.. gratisss! Silahkan kawan-kawan pinjam jika untuk kepentingan pengajian.. semoga saya dapat pahala dari memuliakan tamu ini dan saya kecipratan keberkahannya "
Berapa banyak orang-orang rendah hati saya tulis di facebook ini. Jadi pelajaran berharga untuk kita semua..
Mereka mampu dan kaya, tapi tak suka pamer dan berlebihan..
Maluuu kita yang masih tampil sok kaya, padahal utangan semua..
Mengejar penilaian orang, padahal orang yang sibuk menilai kita gak bantu bayar cicilannya..
Hehehhehehh
Pasti ada yang penasaran tanya, siapakah orangnya?
Aah dia minta tidak disebutkan namanya..
Hanya dulu ketika saya main ke tokonya, saya diberi hadiah gratis sebuah kacamata..
( Kisah ini ditulis oleh mas saptuari di group FB )
Kawan saya ALPHARDnya DIJUAL
Apakah sedang bangkrut?
No! Bisnisnya malah sedang bagus-bagusnya, punya beberapa cabang usaha di Jawa Tengah.
Apakah dia terjerat riba?
No! Dari dulu gak pernah utang di bank.
Dia pernah bangkrut beberapa tahun lalu karena ditipu rekan bisnisnya. Uang milyaran ambles, sempat linglung dan nyaris menyerah, hingga masjid jadi pengobatnya.
Selama tiga tahun numpang lagi di rumah orang tua, kerjaannya cuman mondar mandir rumah masjid... rumah masjid... rumah masjid! Hingga ALLAH angkat lagi derajatnya, dari modal nol dia dipercaya mendapatkan sebuah pesanan masal dan untungnya ratusan juta.
Masya ALLAH...
Ketika saya ke salah satu tokonya, dia tunjukan mesin-mesinnya yang dibeli cash tanpa akad riba.
"Allah hadirkan banyak rejeki buat saya mas, dulu bisnis hancur didzolimi orang. Ketika saya sabar, dan sholat... akhirnya terbukti ALLAH ganti yang lebih baik.."
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).
Kok Alphardnya dijual mas? Kan nggayaaaa... pengusaha saksessss! Naik alpratttt!! Josss Gwandoss!! Demess deh!
"Itulah mas Saptu, bagaimana syaitan itu selalu menjebak kita dimana saja. Perasaan ujub (bangga diri) itu lahir di hati saya, turun dari alphard dibukakan pintu, disopiri, saya lihat orang-orang memandang saya, pandangan itu melirik semua.. ada perasaan bangga, kagum dengan kesuksesan saya sendiri.
Syaitan terus ngipasi.. kalau saya hebat! Kalau saya ini manusia suksess! Berkelas! Lama-lama saya sangat tidak nyaman dengan perasaan ini.
Dimanapun saya turun dari mobil mewah ini, perasaan ujub itu tidak terbendung! Astagfirullah.. saya takut mas. Akhirnya sudahlah saya jual saja mobil itu.. niat agar syaitan tidak lagi ngipasi hati saya yang lemah ini.."
Masya ALLAH...
Di zaman semua orang senang pamer dimana-mana, gak peduli mobil kreditan yang penting kelihatan kaya dan berkelas, kawan saya ini mampu merundukkan hatinya agar selamat dari ujub yang dipasang oleh syaitan jeratannya..
Sekarang pakai mobil apa mas?
Sengaja saya tulis merek mobilnya biar kalian bisa membayangkannya..
"Yaaa secukupnya saja mas, Alphard itu dulu saya beli juga cash. Sekarang pakai ertiga atau karimun cukup... hehe, tapi niat saya melayani tamu tak berkurang mas, minggu lalu saya membeli Toyota Voxy cash 400 jutaan, dan saya bikin akad dengan ALLAH mas, mobil saya niatkan untuk menjemput para ustadz yang mengisi kajian di kota ini.
Menjemput dari bandara, ke hotel, ke lokasi pengajian.. gratisss! Silahkan kawan-kawan pinjam jika untuk kepentingan pengajian.. semoga saya dapat pahala dari memuliakan tamu ini dan saya kecipratan keberkahannya "
Berapa banyak orang-orang rendah hati saya tulis di facebook ini. Jadi pelajaran berharga untuk kita semua..
Mereka mampu dan kaya, tapi tak suka pamer dan berlebihan..
Maluuu kita yang masih tampil sok kaya, padahal utangan semua..
Mengejar penilaian orang, padahal orang yang sibuk menilai kita gak bantu bayar cicilannya..
Hehehhehehh
Pasti ada yang penasaran tanya, siapakah orangnya?
Aah dia minta tidak disebutkan namanya..
Hanya dulu ketika saya main ke tokonya, saya diberi hadiah gratis sebuah kacamata..
Langganan:
Komentar (Atom)
" MOHON DI RENUNGKAN DENGAN PEMIKIRAN YANG JERNIH DAN HATI YANG IKHLAS " --------------------------------------------------------...
-
*KISAH JAD, SI ANAK YAHUDI* Jad, adalah seorang bocah berusia 7 tahun di era tahun 40-an. Tinggal bersama keluarganya di salah satu aparte...
-
*TAKUT SETAN,... ALPHARD DIJUAL* ( Kisah ini ditulis oleh mas saptuari di group FB ) Kawan saya ALPHARDnya DIJUAL Apakah sedang bangkru...
-
" MOHON DI RENUNGKAN DENGAN PEMIKIRAN YANG JERNIH DAN HATI YANG IKHLAS " --------------------------------------------------------...